Penyebab dan Cara Mengatasi Tangan di Infus yang Membengkak

Tangan di infus bengkak bisa disebabkan oleh banyak hal. Mari cari tau penyebab tangan di infus bengkak dan cara mengatasinya.

Ketika tubuh seseorang dalam kondisi yang tidak fit dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, maka salah satu langkah yang harus diambil adalah memberikan cairan infus. Nah, biasanya pemberian infus ini dilakukan melalui tangan. Akan tetapi yang namanya tangan di infus pasti menimbulkan efek samping. Lantas apa saja efek sampingnya?

tangan di infus bengkak

Pemberian cairan infus biasanya dilakukan melalui sebuah jarum. Cairan yang dimasukan ke dalam pembuluh darah vena ini berfungsi untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang karena sesuatu hal. Pemberian cairan infus ini adalah alternatif terbaik yang bisa dilakukan jika kondisi seseorang tidak memungkinkan untuk minum obat melalui mulut. Misalnya seperti kekurangan cairan (dehidrasi), menderita stroke, ataupun keracunan. Maka dibutuhkan pertolongan darurat berupa penyuntikan cairan infus.

Bagaimana Proses Pemasangan Infus?

Di dalam ilmu medis, sedikitnya ada 2 metode dasar pemberian obat melalui intravena, diantaranya; 

1. Metode Infus Push

Metode infus ini adalah menggunakan alat untuk mendorong obat melalui suntikan. Jadi tenaga medis, akan menggunakan jarum suntik dan menyuntikan satu dosis obat pada kateter. Obat yang disuntikan akan bekerja dengan cepat dan masuk ke dalam aliran daerah pasien.

2. Metode Infus Intravena Biasa

Metode yang kedua adalah dengan memberikan dosis obat tertentu ke dalam aliran darah. Metode ini menggunakan 2 jenis cara;

• Infus Manual/ Tetes

Metode ini memanfaatkan gaya gravitasi dalam mendistribusikan cairan infus, sehingga jumlah cairan yang masuk tetap sama selama beberapa waktu. Irama tetesan infus dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan petunjuk dokter. 

• Infus Pompa Listrik

Metode mengandalkan laju aliran melalui tekanan pompa listrik. Penggunaan metode ini harus mendapatkan petunjuk dari dokter, karena menggunakan takaran dosis obat yang tepat, sehingga laju aliran cairan infus tetap terkontrol.

Sebelum cairan infus disuntikan pada area lengan atau punggung tangan, tenaga medis biasanya akan menentukan jenis infus yang akan digunakan (manual/pompa listrik) serta menentukan ukuran jarum infus yang akan digunakan. Nah, jika sudah, maka baru bisa dilanjutkan dengan menyuntikannya ke bagian kulit. Oia. tapi sebelum di suntikan, tenaga medis akan membersihkan area kulit yang akan di infus terlebih dahulu, dengan menggunakan cairan alcohol, sehingga kulit terbebas dari kuman.

Penyuntikan ini biasanya akan menimbulkan rasa nyeri seperti digigit semut. Namun untuk mengurangi rasa nyerinya, tenaga medis akan menyarankan pasien untuk menarik nafas panjang terlebih dahulu, sebelum dan setelah jarum infus disuntikan.

Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa peng-infusan harus mendapatkan pengawasan dari tenaga medis. Pasien dilarang keras untuk menyuntikan jarum infus sendiri. Sebab, jika meleset, dapat menimbulkan infeksi hingga komplikasi kesehatan. Tak hanya itu, jumlah cairan ataupun dosis obat juga harus disesuaikan dengan berat badan pasien, kondisi kesehatan, riwayat medis, dan hal-hal lain yang ditemukan pada saat pemeriksaan awal.

Efek Samping Tangan di Infus

tangan di infus bengkak

Meskipun pemasangan infus dan penggunaan obat di rumah sakit sudah pasti aman dan terkontrol. Namun efek samping tangan di infus pasti ada saja. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi diantaranya adalah;

1. Tangan di Infus Sebabkan Bengkak

Penyebab tangan di infus bengkak, salah satunya adalah karena penyuntikan jarum infus yang gagal. Hal ini bisa saja terjadi saat tenaga medis kesulitan menemukan pembuluh darah, sehingga penyuntikan jarum infus harus dilakukan berkali-kali. 

Selain itu penyebab tangan di infus bengkak lainnya bisa jadi karena cairan infus yang tidak mengalir dengan baik (tersumbat). Yang menyebabkan cairan infus tidak dapat masuk ke sistem pembuluh darah dan akhirnya timbul-lah bengkak.

2. Tangan di Infus Sebabkan Infeksi

Permasalahan lain yang mungkin terjadi ketika tangan di infus adalah terjadinya infeksi. Hal ini bisa saja terjadi jika peralatan medis yang digunakan saat penyuntikan tidak steril. Sehingga kuman dengan mudahnya masuk lewat bekas suntikan. Oia, infeksi ini juga bisa terjadi ketika pemasangan jarum dan kateter tidak tepat. Yang seharusnya cairan infus masuk ke dalam pembuluh darah, namun justru ‘bocor’ ke jaringan lain yang berada di sekitarnya. Sehingga terjadilah bengkak, memar dan yang paling parah dalam menimbulkan demam tinggi.

3. Tangan di Infus dapat Menyebabkan Emboli Udara

Emboli adalah kondisi kesehatan dimana zat asing berupa gumpalan udara atau darah tersangkut di dalam pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi tersumbat. Ini juga merupakan salah satu efek samping yang mungkin terjadi saat tangan di infus. 

Penyebab emboli udara ini adalah karena jarum infus yang akan dipasangkan tidak terpasang/termonitor dengan baik. Sehingga saluran kantung infus menjadi kering. Kondisi ini akan menimbulkan gelembung udara dan akan masuk ke dalam pembuluh darah. Dari situlah asal mulanya hingga nanti gelembung udara akan masuk ke area paru-paru dan jantung, yang kemudian menyebabkan aliran darah menjadi terhambat. 

4. Tangan di Infus dapat Menyebabkan Phlebitis

Masalah lain yang ditimbulkan dari tangan di infus adalah phlebitis. Phlebitis adalah peradangan pembuluh darah vena, dimana darah menggumpal dan menghalangi satu atau beberapa pembuluh vena. Darah yang menggumpal ini akan menyebabkan alirah darah melambat, sehingga lama kelamaan akan tersumbat dan menjadi bengkak. Pada tahap yang lebih serius dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat. 

Cara Mengatasi Tangan di Infus yang Membengkak

Tangan di infus yang bengkak akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan tak jarang juga terasa gatal/nyeri. Untuk mengatasi pembengkakan karena tangan di infus, Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini, diantaranya;

tangan di infus bengkak

1. Gunakan Air Dingin atau Hangat untuk Tangan di Infus

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengompres tangan di infus menggunakan handuk yang dibasahi dengan air dingin ataupun air hangat. Manfaat mengkompres dengan air dingin ini adalah untuk mengurangi rasa nyeri akibat tangan yang bengkak, sedangkan penggunaan air hangat, untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi akibat tangan di infus. Pengompresan dapat dilakukan sekitar 20 menit secara kontiyu.

2. Angkat Tangan yang Bengkak

Tindakan ini perlu dilakukan apabila tangan di infus bengkak. Caranya dengan mengangkat tangan yang di infus lebih kurang hingga posisi tangan lebih tinggi dari jantung. Atau cara mudahnya adalah dengan menempatkan tangan yang di infus di atas bantal yang tinggi dari posisi badan Anda.

3. Regangkan Pergelangan Tangan

Peregangan pergelangan tangan juga diperlukan untuk melancarkan aliran cairan infus. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menggerakan pergelangan tangan atau memutarnya 360 derajat secara bergantian, Atau bisa juga dengan cara menekuk perlahan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah secara bergantian.

4. Batasi Penggunaan Tangan di Infus

Memaksakan tangan yang di infus untuk memegang sesuatu seperti handphone dan semacamnya juga bisa menimbulkan tangan di infus bengkak. Maka dari itu Anda perlu batasi penggunaan tangan dan jika memang terpaksa untuk mengambil sesuatu, atau membuka pintu kamar mandi, maka gunakan tangan yang satunya. Sehingga tangan di infus tidak sampai bengkak. 

LihatTutupKomentar