Apa Saja Yang Menyebabkan Kolik pada Bayi

Bayi Ibu menangis tanpa henti selama berhari-hari? Kemungkinan besar, ia mengalami Kolik. Berikut adalah penyebab kolik pada bayi.

Pernahkah bayi moms menangis hingga berjam-jam lamanya? Atau menangis, diam, kemudian menangis lagi untuk beberapa waktu, tanpa tau penyebabnya? Jika pernah, besar kemungkinan besar bayi moms mengalami kolik. Kolik merupakan kondisi bayi sehat yang menangis secara terus-menerus dan sulit untuk ditenangkan. Biasanya ini terjadi berkepanjangan, sekitar 3-7 hari berturut-turut. Dan ini cukup sering terjadi pada bayi yang berusia di bawah 5 bulan. Entah apa yang menjadi penyebab kolik pada bayi. Namun perlu moms ketahui juga, bahwa kolik bukanlah sebuah penyakit. 

Penyebab Kolik pada Bayi

Mengenai kolik, hingga sampai saat ini pakar kesehatan pun tidak bisa menyimpulkan mengenai penyebabnya. Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa kolik disebabkan oleh kelainan genetika ataupun permasalahan lain sepanjang masa kehamilan. Nah, maka dari itu memang bukan suatu hal yang mudah untuk mengatasinya. Akan tetapi dari sejumlah pengalaman moms lainnya, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kolik pada bayi, diantaranya adalah; 

1. Perasaan yang Berlebihan 

Pada dasarnya, ketika bayi lahir, ia akan menyelaraskan penglihatan dan suara-suara yang ada disekitarnya. Sehingga dengan mekanisme itu, ia bisa tidur dan makan tanpa terganggu oleh faktor lingkungan. Akan tetapi pada bulan-bulan pertama hingga bulan ke lima, mekanisme itupun akan perlahan menghilang, sehingga penglihatan dan pendengarannya akan menjadi lebih sensitif. Nah jika pada masa itu, penglihatan dan pendengarannya terganggu oleh keadaan lingkungan sekitar, maka itu yang menjadi penyebab kolik. Nah, kondisi yang seperti itu akan menimbulkan stress pada bayi sehingga pada akhirnya bayi hanya akan menangis dan terus menangis. 

2. Sistem Pencernaan yang Belum Matang 

Penyebab selanjutnya adalah terkait dengan pencernaan makanan. Bayi yang baru lahir akan mendapat tugas pertamanya untuk mencerna makanan. Makanan yang tidak tercerna dengan sempurna akan menimbulkan rasa sakit dari gas yang ada di usus. Nah, rasa sakit inilah yang memicu kolik. Oia.. atas pertimbangan ini juga, tidak disarankan bayi yang di bawah usia 6 tahun diberi makanan selain ASI. Karena pada usia itu, usus bayi masih belum siap untuk mencerna makanan yang bertekstur. Maka akan sangat beresiko bagi pencernaannya. 

3. Paparan Tembakau 

Beberapa hasil penelitian menyebutkan, jika moms yang merokok selama/ setelah kehamilan lebih cenderung memiliki bayi dengan kolik. Ini dikarenakan paparan tembakau yang secara tidak langsung terhirup oleh bayi, sehingga dapat menimbulkan kolik pada bayi. Maka dari itu, sebaiknya hindari bayi moms dari paparan asap rokok.

LihatTutupKomentar